Oleh : Dr. Rmb.A

Pada umumnya, hampir semua manusia memiliki lima indra (pancaindra) di dalam kehidupan, yaitu mata, telinga, hidung, lidah dan kulit. Hanya saja, berdasarkan beberapa fakta sosial terkait dengan keberadaan lima pancaindra tersebut dan beberapa fenomena ganjil mengenai eksistensi diri manusia itu sendiri, para ilmuwan menemukan kenyataan bahwa selain kelima indra tersebut manusia ternyata juga memiliki satu lagi indra, yaitu indra yang keenam, yang sering diasosiasikan dengan kemampuan kepekaan terhadap hal-hal Spiritual-Supranatural (Hawka, 2012).
Sejatinya indra keenam adalah kemampuan alami setiap manusia, kemampuan ini terutama akan sangat jernih pada masa kanak-kanak (karena anak-anak terutama yang belum dewasa adalah makhluk yang masih suci) beberapa lanjut sampai ke tingkat dewasa, dalam masyarakat tradisional indra keenam sering diasosiasikan dengan kesaktian, namun dalam masyarakat modern diasosiasikan sebagai kemampuan intelejensia tingkat tinggi. Apabila otak kiri dan otak kanan pada diri manusia dan juga kepekaan rasa pada hati aktif secara optimal dan seimbang, maka kejernihan menuju aktivasi indra keenam dapat muncul dengan sendirinya (Hawka, 2012).
Seiring dengan perkembangan peradaban yang semakin modern, masyarakat dan pendidikannya cenderung berkiblat ke modernisasi ala barat, dan terjebak pada nilai-nilai kompetitif ala barat (terpengaruh warna positivisme barat), maka sisi spiritual dan kepekaan rasa serta emosinal manusia termasuk anak-anak generasi modern akan semakin tumpul. Selain itu sistem pendidikan manusia modern cenderung fokus pada dua hal saja, yaitu logika-matematis dan linguistik, aspek Spiritualitas cenderung terpinggirkan, apalagi terkikis oleh perubahan zaman, dimana segala sesuatunya diukur dengan materi dan melupakan aspek esensi (Hawka, 2012). Jika di dunia Filsafat, ataupun Dunia Ilmu Pengetahuan, kajian mengenai fenomena Indra keenam lebih dekat kepada para Filsuf ataupun Ilmuwan yang beraliran Naturalistik-Inquiry, dan cenderung berseberangan dengan aliran positivisme.
Namun, sedominan-dominannya suatu hal dalam kehidupan, tidak ada yang absolut 100 % di alam semesta ini, akan selalu ada penyeimbangnya. Pada tahun 1963, K.G.B (Komitet Gosudarstvenoy Bezopasnoti), yang merupakan organisasi intelejen Russia saat masih bernama Uni Sovyet, telah melakukan penelitian yang sangat revolusioner di zamannya. Saat mayoritas dunia ilmu pengetahuan negara-negara barat berkiblat pada positivisme, dimana hanya mempercayai dan menganggap benar hal-hal yang empiris dan indrawi, ilmuwan-ilmuwan K.G.B melakukan serangkaian eksperimen-eksperimen dengan IPTEK mereka untuk meneliti dan mengeksplorasi dunia supranatural, mereka menggunakan Ilmu-Ilmu seperti Fisika, Fisika Quantum, Kimia Quantum, Biologi, Neurologi Kedokteran, Psikiatri dan Psikologi untuk menjelajahi dunia Supranatural dengan tujuan untuk menciptakan agen-agen rahasia yang memiliki kemampuan indra keenam dan kemampuan supranatural, serta ingin juga menggunakan kekuatan supranatural, seperti makhluk-makhluk astral untuk direkrut sebagai agen rahasia K.G.B dan digunakan untuk kepentingan nasional mereka, dan K.G.B juga berkeinginan menciptakan alat pengontrol pikiran berbasis gelombang mikro yang disebut Psychotronic Generator. (Paranormal TV_part-1, 2007)
Bahkan (Schroeder, 2007 : dalam Paranormal TV_part-1, 2007) juga menyatakan bahwa saat itu tahun 1963, bagi Uni Sovyet, menemukan dan mengeksplorasi Energi yang terkait dengan kemampuan Psikis / Paranormal/ Indra keenam pada diri manusia, sehingga dapat dimanfaatkan, adalah sama pentingnya atau bahkan lebih penting dari ekplorasi senjata nuklir / atom. Dan menurut (Naumov, 2007 : dalam Paranormal TV_part-1, 2007) Psychotronic Generator dapat digunakan untuk mempengaruhi mental dan emosi manusia, melalui pengaturan pikiran, terkait memori, daya perhatian atau fokus, pada diri seseorang atau sekelompok orang atau pada populasi manusia (Dalam penggunaannya bisa positif atau negatif). Kemudian menurut (Jendral Kalugin, 2007 : dalam Paranormal TV_part-1, 2007) mantan jendral K.G.B yang mendeklasifikasi/membuka rahasia file-file program rahasia K.G.B setelah puluhan tahun runtuhnya Uni Sovyet mengemukakan bahwa saat itu Ilmuwan-Ilmuwan K.G.B berusaha mengeksplorasi misteri kekuatan manusia dan alam dengan IPTEK, dan menghasilkan alat yang bernama Psychotronic Generator. Kemudian (Stonehill, 2007 : dalam Paranormal TV_part-1, 2007) juga mengemukakan bahwa Dr. Gregory Gansarov memulai risetnya mengenai senjata Psychotronic di laboratorium milik K.G.B dan jika kita kembali pada dokumen yang ditemukan pada tahun 1996 maka kita akan dibawa ke 10 tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1986, saat itu Uni Sovyet telah berhasil meluncurkan satelit, yaitu sputnik, dan di dalam sputnik juga dipasangkan alat Psychotronic Generator yang mampu memancarkan radiasi gelombang untuk mengkontrol populasi manusia dalam cakupan area seluas 20.000 km, dan hal tersebut membuat takut pihak Amerika Serikat, yang saat itu terlibat Perang Dingin dengan Uni Sovyet, bukan hanya takut karena Amerika kalah dalam eksplorasi antariksa ruang angkasa, akan tetapi takut karena di dalam satelit Sputnik terdapat Psychotronic Generator yang saat itu merupakan teknologi senjata misterius yang dimiliki Uni Sovyet selain senjata Nuklir. Dalam (Paranormal TV_part-2, 2007) dikemukakan bahwa pada saat detik-detik keruntuhan Uni Sovyet pada tahun 1991 akibat Ide Glasnot dan Perestroika yang diusung Presiden Boris Yalstin yang terpengaruh keterbukaan ala barat, agen-agen KGB pernah mencoba menggunakan Psychotronic Generator untuk menyerang Boris Yalstin, namun mereka gagal, karena tim pengamanan Boris Yalstin juga memiliki alat tersebut dan juga memiliki paranormal yang menjadi bodyguardnya. Mereka telah melakukan perang dengan teknologi supranatural berbasis Psikis dan Gelombang. karena Uni Sovyet runtuh, alat-alat Psikotronik tidak terlindungi dan rawan di kemanapun di pasar gelap. Biasanya Negara-negara yang memenangkan peranglah yang akan mengambil teknologi dari Negara yang kalah perang, patut diduga pihak Amerika dan Sekutu-sekutunya termasuk Israel yang menjadi penadah alat-alat Psychotronic Generator ini, dan akan menggunakannya untuk kepentingan mereka. Walaupun Negara-negara barat kebanyakan beraliran pemikiran positivisme, namun dalam prakteknya, apalagi di dunia Intelejennya bisa saja mereka berubah.
Melihat apa yang dilakukan Uni Sovyet yang justru sudah memulainya pada tahun 1963, tidakkah kita sebagai manusia Indonesia bertanya, mengapa Nusantara kita ini yang merupakan gudangnya Ilmu-Ilmu kuno Supranatural tidak pernah mencoba menggunakan IPTEK untuk meneliti, dan mengeksplorasi dunia Spiritual dan Supranatural seperti yang telah dilakukan oleh Russia atau Uni Sovyet pada waktu itu? Uni Sovyet telah memberi contoh kepada kita bahwa fenomena Supranatural, termasuk Indra keenam bukanlah hal yang tabu untuk dieksplorasi dengan menggunakan cara tradisional ataupun cara Ilmu Pengetahuan Modern. Bahkan setelah era Sovyet berakhir akabn banyak Ilmuwan-Ilmuwan lain yang akan mengeksplorasi hal tersebut dengan menggunakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Paradigma berpikir yang baru telah muncul, yaitu bahwa hal-hal Supranatural- Spiritual dan IPTEK bisa dipadu bersama, untuk menghasilkan pengetahuan yang lebih mendekati lagi pada kebenaran yang sebenar-benarnya yang merupakan hakikat hidup dan kehidupan.
Dalam bukunya Kozlowski, 2016, ia menyajikan model teoritis untuk emisi jenis Heaviside model gelombang untuk fenomena Indra ke-6 /ESP. Dalam penelitiannya Kozlowski, 2016 mengembangkan sistem pemodelan kuantum untuk emisi gelombang otak. fenomena Indra ke-6/ESP adalah fenomena pada diri seseorang yang terikat dan terkait dengan dunia fisika sub-atomik atau fisika quantum, sehingga dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sistem kuantum di alam semesta. Menurut Pershina, 2019 yang melakukan penelitian mengenai interaksi antara medan energy geofisikal pada arsitektur bangunan-bangunan sakral ditemukan bahwa salah satu kunci di dalam desain arsitektur bangunan keagamaan ataupun bangunan-bangunan sakral spiritual sejenisnya adalah pemilihan lokasi yang tepat, yang memiliki dampak optimal pada mental dan fisik seseorang, yang dipadu dengan interaksi dan interkoneksi bentuk-bentuk gaya bangunan atau arsitektural yang memancing ketenangan pikiran yang berkontribusi pada munculnya Extra Sensory Perception.
(Bersambung …… ke bagian #2)
Referensi
Hawka, Z.F., 2012, Misteri Indra keenam pada anak, Penerbit Laksana, Yogyakarta
Paranormal TV , 2007, Sovyet Psychotronics_part-1, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-1 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020)
Paranormal TV , 2007, Sovyet Psychotronics_part-2, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-2 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020)
Naumov, 2007, Paranormal TV (2007), Sovyet Psychotronics_part-1, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-1 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020)
Schroeder, 2007, Paranormal TV (2007), Sovyet Psychotronics_part-1, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-1 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020
Kozlowski, M., 2016, Extrasensory Perception Phenomena : From conciusness to life, Researchgate(internet),<https://www.researchgate.net/publication/299402030_Extrasensory_Perception_Phenomena?enrichId=rgreq91a0a96dedf3675b5ac246d72c98bca5XXX&enrichSource=Y292ZXJQYWdlOzI5OTQwMjAzMDtBUzozNDMyMDE3NDg2Njg0MTlAMTQ1ODgzNzA4MTYyNw%3D%3D&el=1_x_2&_esc=publicationCoverPdf> (diakses 11 April 2020) …….. Cit Kozlowski,M., 2016 :
Heisenberg, W. (1955). The Development of the Interpretation of the Quantum Theory, in W. Pauli (ed), Niels Bohr and the Development of Physics, 35, London: Pergamon pp. 12-29.
Heisenberg, W. (1958), Physics and Philosophy: The Revolution in Modern Science, London: Goerge Allen & Unwin.
