Ijazah Ilmu dari  : Alm. Bapak Ir. Rohlan Rogomulyo, M.P

G. Faktor Utama Penentu Bahan Kering Tanaman

        Dalam Agronomi dikenal istilah Berat Basah Tanaman, maupun Berat Kering Tanaman. Berat Basah Tanaman, mengacu pada Bahan Tanaman yang masih termasuk kandungan air di dalamnya, sehingga bukan merupakan berat asli murni tubuh tanaman tersebut. Sedangkan Berat Kering Tanaman, merupakan berat asli tanaman yang sudah tidak termasuk berat kandungan air di dalamnya.

        Pertumbuhan menentukan Hasil Bahan Kering tanaman. Penentu Utama Pertumbuhan :

1. Laju Fotosintesis Tanaman,

        fotosintesis pada tanaman adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau menggunakan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida, yang menghasilkan karbohidrat (glukosa) dan oksigen. Proses ini terjadi di kloroplas, khususnya pada sel yang mengandung klorofil, untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia.

2. Laju Respirasi Tanaman

         Respirasi tanaman proses perombakan senyawa organik (glukosa) menjadi energi (ATP) menggunakan oksigen (O2), yang menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) untuk pertumbuhan. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 24 jam di semua bagian tumbuhan (akar, batang, daun). Intinya respirasi tanaman adalah proses pernafasan pada tanaman

3. Laju Translokasi

         Translokasi pada tanaman yaitu kecepatan pergerakan bahan terlarut, terutama hasil fotosintesis (fotosintat/sukrosa), dari bagian sumber (daun) ke bagian penggunaan (akar, buah, atau tunas) melalui jaringan floem.

        Peningkatan Hasi Bahan Kering tanaman berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan relative dan hasil bersih fotosintesis. Komponen pertumbuhnan penentu hasil bahan kering tanaman :

  • Rasio Luas Daun, berkorelasi positif dengan hasil bahan kering tanaman.
  • Berat Daun Spesifik, berkorelasi positif dengan hasil bahan kering tanaman.
  • Asimilasi per unit daun, berkorelasi positif dengan hasil bahan kering tanaman.

Apabila Indeks Luas Daun (LAI) dan Laju Fotosintesis per satuan luas optimum. Maka hasil Bahan kering maksimal. LAI adalah jumlah luas daun per-satuan luas. Luas daun mempengaruhi 70 % dan Laju fotosintesis mempengaruhi 30 %. Berdasarkan pada Ohno, 1976 diketahui bahwa hubungan Luas daun dengan Laju fotosintesis adalah sebagai berikut sesuai gambar :

         Demikian sedikit berbagi Ilmu Pertanian, khususnya Ilmu Agronomi, yang selalu dibutuhkan oleh manusia untuk bertahan hidup dan menciptakan ketahanan pangan bagi diri, keluarga, Bangsa dan Negar apalagi ditengah kondisi Dunia yang sedang panas dan tidak baik-baik saja sedemikian rupa yang bisa anda semua ikuti beritanya di berbagai media, yang itu berpotensi pada kelangkaan Energi, Air dan Pangan, dan untuk mencegah salah satunya yaitu kelangkaan pangan, Ilmu Agronomi menjadi sangat penting agar setiap keluarga bisa Bertani sendiri di lahan masing-masing, setiap RT, RW, Dusun, Desa dan Kota bisa saling berintegrasi bersama dalam menjadi lumbung-lumbung pangan, agar Negara kita ini, Indonesia kita ini, Nusantara kita ini, memiliki Ketahanan Pangan yang kuat dan stabil. Namun demikian Ilmu Agronomi ini haruslah dipraktekkan dengan mengembangkan kebudayaan Bertani, jangan hanya menjadi sebatas teori, ke depannya, saat benar-benar terjadi kelangkaan pangan dan air layak pakai, kita semua akan menyadari bahwa makanan dan minuman ternyata sangat vital bagi manusia, siapapun kita.

Demikian semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Referensi

Perkuliahan Dasar-Dasar Agronomi, Lokasi di Gedung Meteor Fakultas Pertanian UGM, Power Point Kuliah Dasar-Dasar Agronomi, 2010, Rogomulyo, R., Yogyakarta : Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.