Oleh : Dr. Rmb.A

Terdapat hubungan harmonis antara bumi dan pikiran / tubuh kita. Bumi merupakan medan iso-elektrik frekuensi rendah. Medan magnet bumi dan Medan elektrostatik  yang muncul dari tubuh kita terjalin erat satu sama lain. Ritme internal kita berinteraksi dengan ritme eksternal, memengaruhi keseimbangan diri, pola EM (Electromagnetic) kita, kesehatan, dan fokus mental. Gelombang SR (Schumman Ressonance) mungkin membantu mengatur jam internal tubuh kita, memengaruhi pola tidur / mimpi, pola gairah, dan sekresi hormon. Ritme dan denyut otak manusia mencerminkan sifat-sifat resonansi rongga terestrial, yang berfungsi sebagai pandu gelombang. Frekuensi alami ini denyutannya bukan angka yang pasti, tetapi rata-rata pembacaan secara global, seperti halnya pada alat seperti EEG yang juga adalah rata-rata bacaan nilai gelombang otak secara global. SR sebenarnya berfluktuasi, seperti gelombang otak, karena lokasi geografis, petir, suar matahari, ionisasi atmosfer dan siklus harian (Kozlowski, 2016)

              Kozlowski,2016 mengemukakan kesimpulannya, yaitu bahwa kesadaran tidak ada di dalam ruang, dan tidak pula di dalam waktu. Kesadaran adalah sesuatu yang abadi. Energi foton gelombang otak adalah efek interaksi antara kesadaran abadi dengan otak manusia. Hasil akhir dari interaksi ini adalah terdapat beberapa tingkatan gelombang otak yaitu : alpha, beta, delta dan theta dan gelombang gamma yang baru.

              Senada dengan kesimpulan Kozlowski, 2016, berikutnya (Lipton, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020) juga mengemukakannya dalam siaran videonya di media  youtube bahwa, seiring dengan perkembangan Ilmu fisika quantum manusia sedang mengalami evolusi kesadaran, yaitu evolusi kesadaran menuju pemahaman bahwa segala sesuatu saling terkait secara quantum, di dunia quantum tidak ada yang terpisahkan, manusia lebih dari sekedar entitas/keberadaan fisik, dan bahwa entitas fisik adalah ilusi, karena fisika modern menemukan bahwa semua materi tersusun atas atom-atom, dan atom-atom tersusun atas inti atom, dan inti atom tersusun atas proton, neutron, quarks dan dikelilingi oleh elektron-elektron, dan pada akhirnya di tingkat paling mikroskopis kesemua partikel-partikel tersebut tersusun atas energi-energi yang bervibrasi, tidak ada substansi fisik sama sekali. Jadi pada dasarnya semua materi ciptaan adalah medan energi.

                Namun walaupun senada dalam hal kesadaran mengenai pemahaman dunia energi kuantum pada diri manusia antara Kozlowski, 2016 dan (Lipton, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020)  memiliki urutan yang berbeda dalam hal basis pengelolaan kesadaran quantum tersebut, jika Kozlowski, 2016 menekankan kemampuan metafisika manusia terkait kesadaran quantum diri dan alam semestanya pada pengguanaan gelombang energi otak maka (Lipton, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020) menekankan pada hati terlebih dahulu baru kemudian otak, karena menurut (Lipton, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020)  pengelola energi terbaik adalah kepekaan perasaan/intuisi yang itu terletak pada kejernihan hati terlebih dahulu bukan pada otak. Senada dengan (Lipton,2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020)  Ilmuwan lain (Braden, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020)   mengemukakan bahwa Jantung adalah pusat medan magnet dan medan listrik terkuat yang berada pada tubuh manusia, lebih kuat dibandingkan otak, walaupun otak juga menghasilkan hal serupa, baru yang di urutan kedua adalah otak.

               Sebelumnya (Braden, 2019 dalam : Motivation Manivested Channel, 2019) juga mengemukakan bahwa medan kelistrikan alami jantung 100 kali lebih kuat daripada otak, dan medan magnet jantung 5000 kali lebih kuat daripada otak, oleh karena itu walaupun sama sama memiliki kesadaran quantum dengan kozlowski, 2016, namun Branden, 2019;2020 dalam hal pengolahan energi quantum menitik beratkan pada perasaan / intuisi yang pusatnya di hati/jantung, senada dengan (lipton,2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020).

              Kemudian (Braden, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020) juga mengemukakan bahwa tradisi-tradisi kuno hampir diseluruh dunia terutama di dunia timur aslinya telah memiliki kesadaran quantum tersebut, yang diekspresikan dan diaplikasikan melalui tradisi-tradisi, ritual-ritual spiritual maupun keagamaan, kebanyakan peradaban diluar dunia positivisme barat mengetahuinya dan memiliki kesadaran tersebut. Peradaban barat pada awalnya tidak memiliki kesadaran tersebut, karena terlalu posivistis, kebalikan dunia timur. (Braden, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020) juga mengemukakan bahwa sesungguhnya ruang kosong bukanlah kosong, karena disitu sebenarnya penuh sekali dengan esensi-esensi kehidupan berbasis quantum, dan kita bisa memiliki pengalaman-pengalaman di tingkat quantum alam semesta di dalam diri kita yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh alam semesta di dunia luar tubuh kita melalui saluran ruang yang tampak kosong tersebut. (Braden, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020)    juga mengemukakan bahwa sains barat selama ini bagus, telah melayani kita ummat manusia dengan baik, akan tetapi kurang lengkap, akan lebih lengkap dan lebih bagus lagi jika sains paling modern dipadu dengan kebijaksanaan spiritualitas tradisi-tradisi kuno leluhur manusia terdahulu dari dunia timur, sehingga sains dan spiritual akan berpadu bersama.

              Masih menurut (Branden, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020),  adalah fakta ilmiah bahwa ruang kosong itu tidaklah kosong, diantara benda-benda atau materi-materi itu adalah ruang kosong tapi hakikatnya tidak kosong, disitu terdapat esesnsi-esensi hidup yang bervibrasi di tingkat quantum yang sangat baru, dunia ilmu pengetahuan belum menemukan nama pastinya, beberapa Ilmuwan menyebutkan sebagai “Quantum Hologram” dan dr. Edgar Mitchelle seorang mantan astronot Apollo menyebutnya sebagai “Pikiran Alam” Ilmuwan lainnya Stephen Hawking menyebutnya “Pikiran Tuhan” dan Ilmuwan-ilmuwan lainnya menyebutnya sebagai “medan”, namun jika kita mundur lagi ke tahun 1944 sesungguhnya telah ada tanda-tanda temuan tersebut, Fisikawan Max Planck  menyebutnya sebagai “Matrix.” Apa yang telah dikemukakan oleh (Branden, 2020 dalam : Kuliah Semesta, 2020) tersebut, mengenai Ruang Kosong yang hakikatnya tidak kosong tersebut jika dikaitkan dengan Budaya Nusantara kuno, Khususnya Jawa, maka itu adalah apa yang disebut sebagai Alam Sunyaruri, yaitu alam suwung/sunyi kosong yang tampak kosong namun pada hakikatnya berisi kekuatan eksistensi Sang Maha Pencipta, oleh karena itu kita dapat menjumpai kebiasaan orang-orang Nusantara khususnya Jawa yang senang mencari tempat hening untuk semedhi atau bertapa atau meditasi ataupun untuk berdo’a sesuai dengan Agama dan Keyakinannya masing-masing. Di dalam keheningan tersebut orang-orang Nusantara, merasa khusyuk dan Khidmat dalam menjalin kekuatan dengan Sang Maha Pencipta.  Berdasarkan elaborasi semua literatur-literatur dan pengalaman-pengalaman hidup sesungguhnya kita semua manusia sedikit banyak pasti pernah mengalami fenomena ESP secara sadar atau tidak sadar, secara sengaja atau tidak sengaja, yang membedakan hanyalah kadar dan intensitasnya saja. Secara ringkas ESP adalah fenomena halus pada diri manusia yang melibatkan intuisi alami manusia dan kepekaan alami diri manusia dalam hubungannya dengan mikrokosmik di dalam dirinya dengan makrokosnmik di jagad raya semesta, melalui vibrasi-vibrasi matriks-matriks Illahi dari Sang Maha Pencipta, Yang Maha Tunggal dan tak terjangkau, yang kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu. Sehingga seharusnya kita tidak perlu lagi tergesa-gesa berburuk sangka pada fenomena ESP sebagai gangguan jin atau mungkin kesyirikan dan hendaknya kita tidak perlu tabu lagi untuk berparadigma baru dalam menempatkan aspek Spiritual-Keagamaan ataupun Spiritual-Supranatural sebagai bagian dalam kajian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

Braden, G., 2019, The Magnetic Power of Belief : The Science of Manifesting Quantum Pottensials, Motivation Manivested Channel (internet), <https://www.youtube.com/watch?v=bLyqJdz3-Hg> (diakses 12 April 2020)

Braden, G., 2020, Rahasia Tradisi Kuno : Pikiran, Perasaan dan Emosi Untuk Manifestasi_Terjemahan Indonesia, Channel Kuliah Semesta (internet), <https://www.youtube.com/watch?v=kFOK9cHDnSg> (diakses 12 April 2020)

Hawka, Z.F., 2012, Misteri Indra keenam pada anak, Penerbit Laksana, Yogyakarta

Kalugin, 2007, Paranormal TV (2007), Sovyet Psychotronics_part-1, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-1 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020)

Kozlowski, M., 2016, Extrasensory Perception Phenomena : From conciusness to life, Researchgate(internet),<https://www.researchgate.net/publication/299402030_Extrasensory_Perception_Phenomena?enrichId=rgreq91a0a96dedf3675b5ac246d72c98bca5XXX&enrichSource=Y292ZXJQYWdlOzI5OTQwMjAzMDtBUzozNDMyMDE3NDg2Njg0MTlAMTQ1ODgzNzA4MTYyNw%3D%3D&el=1_x_2&_esc=publicationCoverPdf> (diakses 11 April 2020) …….. Cit Kozlowski,M., 2016 :

           Heisenberg, W. (1955). The Development of the Interpretation of the Quantum Theory, in W. Pauli (ed), Niels Bohr and the Development of Physics, 35, London: Pergamon pp. 12-29.

           Heisenberg, W. (1958), Physics and Philosophy: The Revolution in Modern Science, London: Goerge Allen & Unwin.

Lipton,B., 2020, Pakai hati, Evolusi Kesadaaran Kuantum_Dr. Bruce Lipton_terjemahan Indonesia, Channel Kuliah Semesta (internet)<https://www.youtube.com/watch?v=Xo-g-W-D_JU> (diakses 12 April 2020)

Naumov, 2007, Paranormal TV (2007), Sovyet Psychotronics_part-1, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-1 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020)

Paranormal TV , 2007, Sovyet Psychotronics_part-1, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-1 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020)

Paranormal TV , 2007, Sovyet Psychotronics_part-2, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-2 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020)

Pershina, 2019, On study and accounting of geophysical fields in architectural space of sacral purpose, IOP Publishing (internet), <https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/687/5/055049/meta> (diakses 11 April 2020)

Schroeder, 2007, Paranormal TV (2007), Sovyet Psychotronics_part-1, KGB Psychic Weapon Reserarch_part-1 (internet) < https://www.youtube.com/watch?v=0tDi1OauQ8g> ( diakses 13 April 2020)