Oleh : Dr. Rmb.A

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan pada Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, yang merupakan tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam”. Secara ringkas dapat kita simpulkan bahwa ruang terbuka hijau adalah area-area tutupan lahan alami yang digunakan untuk tumbuh tanaman-tanaman, baik yang liar ataupun yang sengaja ditanaman oleh manusia.
Berdasarkan pada Uchiyama & Ryokohsaka, 2020 cit Anindita et al., 2025, Kawasan Hijau (KH) ada 3 tipe, yaitu taman, lahan pertanian dan kebun. Sehingga dalam pembangunan perkotaan perlu memperhatikan tersedianya area lahan taman, pertanian dan kebun/pekarangan dan tumbuhannya berarti bisa tanaman budidaya/liar alami.
Uchiyama & Ryokohsaka, 2020 cit Anindita et al., 2025 Kawasan hijau menyediakan berbagai jasa ekosistem dan dapat menjaga kesehatan manusia (berarti menjaga imun manusia). Selama pandemi Covid-19 kawasan hijau seringkali dikunjungi untuk menjaga kesehatan ataupun terapi anti-stress, sehingga meningkatkan sistem imun pada tubuh manusia dan dapat mengurangi infeksi Covid-19.
Hasil Penelitian Uchiyama & Ryokohsaka, 2020 cit Anindita et al., 2025 menunjukkan bahwa faktor sosial-ekonomi dapat mempengaruhi frekuensi kunjungan ke kawasan hijau dan faktor-faktor tersebut selanjutnya mempengaruhi penggunaan 3 kategori kawasan hijau (taman, pertanian, kebun)
Lingkungan alam natural hijau atau ruang terbuka hijau adalah sesuatu yang sangat penting bagi keseimbangan pembangunan peradaban manusia, karena ruang terbuka hijau selain menjadi AC alami juga berpengaruh pada kesehatan manusia. Penelitian Shanahan et al., 2016 cit Anindita et al., 2025 menunjukkan hasil bahwa orang-orang yang sering / lama mengunjungi ruang-ruang terbuka hijau memiliki tingkat depresi atau tekanan darah yang rendah, serta mereka yang sering mengunjungi Ruang-ruang terbuka hijau memiliki kohesi sosial yang bagus, yang itu berarti memiliki hubungan sosial yang harmonis.
Penelitian Shanahan et al., 2016 cit Anindita et al., 2025 menunjukkan hasil bahwa mengunjungi ruang-ruang hijau 30 menit setiap hari selama 1 minggu dapat mengurangi prevalensi/persentase penyakit sekitar 7% untuk depresi dan 9% untuk tekanan darah tinggi (hipertensi). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jika masyarakat, terutama masyarakat perkotaan secara intensif mengunjungi ruang-ruang terbuka hijau maka sebanyak 7 % kasus depresi dapat dicegah dan sebanyak 9 % kasus tekanan darah tinggi yang berimplikasi pada kesehatan fisik dan mental, serta berimplikasi pada berbagai macam penyakit dapat dicegah. Berdasarkan penelitian tersebut ruang-ruang Terbuka Hijau selain untuk mencegah hawa panas dan pemanasan global ternyata juga berguna untuk kualitas kesehatan manusia, oleh karena itu tetap perlu ada dan diperhitungkan dalam pembangunan perkotaan.
Berdasarkan pada Sangiorgio et al., 2020., cit Anindita et al., 2025 diketahui bahwa albedo kota dan keberadaan tanaman hijau sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan faktor penting yang berpengaruh pada dinamika hawa panas perkotaan (UHI), dengan pengaruh albedo kota sebesar 29% serta pengaruh tanaman hijau sebesar 21% . Selain albedo kota dan Tanaman Hijau, kepadatan penduduk pada suatu kota memiliki pengaruh sebesar 12 % terhadap dinamika hawa panas perkotaan (UHI). Lebar jalan memiliki pengaruh sebesar 10% terhadap hawa panas perkotaan (UHI), orientasi ngarai memiliki pengaruh sebesar 9% terhadap hawa panas perkotaan (UHI) serta tinggi bangunan memiliki pengaruh 8% terhadap dinamika (UHI) (kesemua pengaruh sedang), kemudian semua parameter lainnya memiliki pengaruh 11% (Sangiorgio et al., 2020 cit Anindita et al., 2025). Berdasarkan pada Sangiorgio et al., 2020 cit Anindita et al., 2025 kita dapat mengetahui bahwa RTH memiliki peran yang sangat penting untuk pengaturan Suhu Perkotaan dalam pengendalian UHI.
Berdasarkan temuan para peneliti tersebut dapat kita sarankan pola hidup Green healing dengan memanfaatkan ruang-ruang hijau alami disekitar kita, dapat kita gunakan untuk beribadah, meditasi, yoga, dan kegiatan lainnya yang dapat menjaga Kesehatan mental dan fisik. Jangan meremehkan ruang-ruang hijau alami maupun ruang terbuka hijau yang sengaja dibuat oleh para praktisi lingkungan, karena hal itu bermanfaat untuk menjaga kesehatan manusia.
Mari jadikan tempat kita Hijau dan Sehat ….
Referensi
Anindita, R., 2025., Analisis Dampak Urban Heat Island Pada Iklim Mikro dan Dampaknya Pada Kenyamanan Thermal, Disertasi : Universitas Gadjah Mada.
