Ijazah Ilmu dari  : Alm. Bapak Ir. Rohlan Rogomulyo, M.PBin Siswojo Lan Putranipun Ibu Subandiah.

C. Obyek Agronomi

        Obyek Agronomi dalam arti luas mencakup Tanaman, Gulma, Ternak dan Ikan. Sedangkan Obyek Agronomi dalam arti sempit mencakup tanaman, baik tanaman semusim ataupun tanaman tahunan, tanaman terkebunan, tanaman hortilultura. Bahan tanam yang digunakan harus berkualitas tinggi, baik itu bahan taman generatif (biji), maupun bahan tanam vegetatif (akar, batang, cabang, daun dan modifikasinya). Modifikasi tersebut antara lain :

  1. Modifikasi Batang (Shoot) di atas tanah :

Yaitu contohnya Spur, yang merupakan batang tanaman berkayu yang pertumbuhannya terhambat, sehingga ruas-ruasnya sangat memendek.

  • Modifikasi Batang (Shoot) di bawah tanah :
    • Yaitu contohnya Corm (Umbi), yang merupakan batang di bawah tanah yang pendek, berdaging, memiliki beberapa buku.
    • Yang Kedua yaitu contohnya Rhizoma (Rimpang), yang merupakan batang di bawah tanah yang tumbuh horizontal, mampat, berdaging dan berbuku, dan langsing yang sering dijumpai pada Jahe, Kana, Temuputih, Temulawak dan juga yang langsing pada alang-alang.
    • Yang ketiga yaitu contohnya Tuber, Rizhoma yang berdaging dan membesar, contohnya umbi kentang. Terdapat mata tunas.
    • Yang keempat yaitu contohnya Stolon, batang yang tumbuh horizontal di sepanjang permukaan tanah.
    • Yang kelima yaitu contohnya Runner, stolon dengan ruas yang panjang, berasal dari dasar tajuk tanaman.
    • Yang keenam yaitu contohnya Bulb (umbi lapis), modifikasi pucuk yang dimampatkan.
  • Modifikasi Akar (Root)

Contohnya adalah Ubi, merupakan akar yang membesar, bukan termasuk tuber karena tidak terdapat mata tunas.

D. Bahan Tanam Unggul

         Dalam arti khusus bahan tanam unggul adalah varietas unggul. Variesta secara Bahasa atau terminology dapat diartikan suatu kelompok tanaman tertentu dalam suatu spesies budidaya tanaman tertentu, yang dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifat tertentu. Contohnya : Padi, varietas Si gadis, varietas Syntha, varietas Bengawan, C4, Rojolele, dan lain-lain.

Pada Varietas tanaman Pertanian, terdapat istilah Cultivar, yaitu suatu takson yang paling relevan dengan cara budidayanya, biasanya digunakan dalam bidang Hortikultura, Kehutanan dan Biologi. Cultivar mengacu pada cara perbanyakan tanaman

           Pada tanaman hasil perbanyakan vegetatif, maka kultivar berarti suatu klon  (Clone Variety) , contoh : Kentang, Karet, Buah-buahan. Sedangkan pada tanaman hasil perbanyakan generatif ataupun menyerbuk sendiri, maka kultivar berarti adalah galur murni, contohnya : gandum dan tomat. Pada tanaman hasil perbanyakan generatif, penyerbuk silang, maka cultivar berarti varietas menyerbuk terbuka  (open-pollinate variety) contohnya adalah jagung.

Bersambung ke bagian #3

Referensi

Perkuliahan Dasar-Dasar Agronomi, Lokasi di Gedung Meteor Fakultas Pertanian UGM, Power Point Kuliah Dasar-Dasar Agronomi, 2010, Rogomulyo, R., Yogyakarta : Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.